Tradisi Syawal Gua Kreo Semarang yang Mengikat Kebersamaan

lihatfoto.com (Semarang) – Acara Tradisi Nyadran di kawasan Gua Kreo Semarang terus dilestarikan oleh masyarakat Kampung Talun Kacang, RW 3, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (23/3/2026). Acara ini sebagai warisan budaya leluhur yang masih dijaga hingga kini. Tradisi ini digelar setiap hari ketiga setelah Hari Raya Idulfitri tepatnya di tanggal 3 Syawal.***

Kirab budaya dimulai dari Masjid Al Mabrur menuju kawasan Gua Kreo Semarang. Warga membawa tumpeng, sego kethek, serta gunungan hasil bumi yang dihias warna-warni sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan keselamatan.
Warga mengikuti doa bersama yang dilanjutkan dengan lantunan Kidung Kalijaga. Suasana berlangsung khidmat di tengah alam perbukitan Gua Kreo Semarang yang menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.
Warga mengikuti doa bersama yang dilanjutkan dengan lantunan Kidung Kalijaga. Suasana berlangsung khidmat di tengah alam perbukitan Gua Kreo Semarang yang menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.
Sejumlah warga menjaga gunungan sego kethek dan ketupat lepet, nantinya untuk dimakan atau dibawa pulang ke rumah sebagai berkah tradisi sadranan gua kreo Semarang
Empat gunungan yang berisi hasil bumi diarak dari tengah perkampungan menuju kawasan Goa Kreo. Gunungan tersebut terdiri dari palawija, buah-buahan, nasi bungkus yang dikenal sebagai sego kethek, serta kupat dan lepet.
Dalam tradisi ini, gunungan tidak sekadar diarak, tetapi juga dipersembahkan kepada monyet-monyet yang hidup di kawasan Goa Kreo.
Tradisi Sesaji Rewanda Goa Kreo tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya di Kota Semarang.
Tradisi Sesaji Rewanda Goa Kreo tidak dapat dilepaskan dari kisah sejarah masa lampau. Diceritakan bahwa dahulu, monyet-monyet di kawasan Goa Kreo Semarang telah membantu Sunan Kalijaga dalam mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak. 
Nilai-nilai kearifan lokal tersebut terus dijaga oleh masyarakat setempat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Lurah Kandri, Mutmainah, menyampaikan komitmen untuk terus menjaga tradisi rewanda. 
Tradisi nyadran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian kawasan, termasuk menjaga keberadaan monyet sebagai bagian dari ekosistem Goa Kreo. Pemerintah Kota Semarang juga turut mendukung melalui prosesi Sesaji Rewanda yang juga rutin digelar setiap tahun.
Sesepuh sekaligus kuncen Goa Kreo, Danu Kasno mengatakan, Nyadran merupakan tradisi tahunan yang digelar setiap hari ketiga Idulfitri dan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
Gua Kreo adalah objek wisata yang terdapat di Kota Semarang. Gua Kreo merupakan Gua yang terbentuk oleh alam dan terletak di tengah-tengah Waduk Jatibarang, sebuah bendungan yang membendung Kali Kreo.
Tradisi ini bagian dari pariwisata dan budaya yang memang berhubungan erat dengan wisata  biasanya yang ada unsur budaya lokal di dalamnya.

Secara harfiah, Sesaji Rewanda memiliki arti pemberian makan kepada monyet. Kata “sesaji” diartikan sebagai persembahan, sementara “rewanda” merujuk pada monyet.

Lihat Juga:  Berita Foto 10
Tradisi turun temurun yang digelar pada setiap bulan Syawal atau setelah Lebaran tersebut sebagai wujud puji syukur masyarakat setempat kepada Tuhan yang Maha Esa.

lihatfoto.com

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!