Kedelai Mahal, Usaha Industri Tempe di Semarang Tertekan

lihatfoto.com (Semarang)- Kenaikan harga kedelai impor sejak awal April 2026 membuat pelaku usaha tempe di Kota Semarang tertekan. Harga kedelai yang sebelumnya berkisar Rp 8.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp 10.500 hingga hampir Rp 11.000 per kilogram. Kondisi ini dipicu gejolak global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada rantai pasokan bahan baku.***

Kenaikan harga kedelai ini membuat produsen terpaksa memperkecil ukuran tahu agar biaya produksi tetap tertutupi. Dampaknya, volume produksi menurun sekitar 10-20 persen. Permintaan pun ikut melemah seiring harga di tingkat pasar yang mulai merangkak naik.
Tak hanya kedelai, bahan pendukung produksi juga mengalami kenaikan. Harga plastik kemasan melonjak hampir 50 persen, dari sekitar Rp 68 ribu menjadi Rp 100 ribu per pak. Padahal, dalam sehari, pabrik bisa menghabiskan sedikitnya dua pak plastik.
Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng yang digunakan untuk produksi tahu kuning. Sementara itu, kayu bakar sebagai bahan perebusan mulai sulit diperoleh. Kondisi ini membuat biaya produksi membengkak dari berbagai sisi.
Meski demikian, roda usaha tetap dijaga, masih menjalankan seluruh tahapan produksi, mulai dari perendaman kedelai hingga pemotongan. Distribusi pun terus berjalan ke sejumlah wilayah seperti Semarang hingga Demak, meski permintaan pasar mulai melemah.
Tak hanya kedelai, bahan pendukung produksi juga mengalami kenaikan. Harga plastik kemasan melonjak hampir 50 persen, dari sekitar Rp 68 ribu menjadi Rp 100 ribu per pak. Padahal, dalam sehari, pabrik bisa menghabiskan sedikitnya dua pak plastik.

lihatfoto.com 

 

Bagikan:
Lihat Juga:  Visualisasi Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus di Gereja St. Theresia Bongsari Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!