Satu botol ecobrick berisi 250gram plastik yang sudah tidak terpakai sebagai pengganti batu bata yang disusun menjadi sebuah bangunan..
Sejumlah warga membangun taman dan pirantinya dengan menggunakan botol bekas.
Pembuatan bangunan ecobrick sesi kali ini melibatkan komunitas di Kota Semarang antara lain Komunitas Ecobrick Marimas, Proklim Purwokeling BPI, Bank Sampah Kota Semarang, Saka Kalpataru dan Tim KKN RDR Angkatan 77 Kelompok 43 UIN Walisongo.

DLH Kota Semarang bersama Marimas dan Proklim Purwokeling  membangun taman edukasi lingkungan yang bernama Taman Ecobrick, Sabtu (9 Oktober 2021), di samping Kantor DLH Kota Semarang, Kawasan Tapak Tugurejo. Semarang.

BUAT BALASAN

Silakan berkomentar
Masukkan nama Anda