Marwoto sudah berjualan gilo-gilo sejak tahun 1992.
lumpia, bakwan, martabak sayur, arem-arem, sate keong, semangka, pepaya, melon, nanas dan minuman yang dibungkus plastik kecil.
Mulai dari gorengan sampai buah-buahan ada dalam gerobak ini. 
Banyak menu jajanan dalam gerobak gilo-gilo. Harganya berkisar Rp 1000 per item. Karena murah, jajanan ini banyak digemari.

Bagi warga Semarang pasti tidak asing ketika mendengar kata gilo-gilo.

Gilo-gilo adalah jajanan yang mangkal di beberapa sudut kota Semarang. Jika kota Solo punya HIK  dan kota Yogyakarta punya angkringan , Semarang punya gilo-gilo. Jajanan yang dijual hampir sama dengan di angkringan dan HIK . Bedanya di gilo-gilo juga berjualan buah-buahan yang potong.

Jika angkringan dan HIK biasanya berjualan menggunakan tenda, gilo-gilo berjualan hanya menggunakan gerobak roda dua yang didorong. Dulu pedagang gilo-gilo berjualan dengan cara dipikul. Seiring perkembangan zaman, sekarang gilo-gilo dijual menggunakan gerobak dorong.

Nama gilo-gilo sendiri berasal dari cara pedagang makanan ini menawarkan kepada pembeli.

Menurut Marwoto salah satu pedagang gilo-gilo , Karena banyak makanan yang dijual, dulu kalo nawarin iki lho (ini lho), iki lho, terus akhirnya di singkat gilo-gilo

 

 

BUAT BALASAN

Silakan berkomentar
Masukkan nama Anda