Selain menjajakan kuliner tradisional, tersedia juga tempat bermain untuk anak-anak dengan mengusung konsep dolanan tradisional, sebagai edukasi dan mengenalkan kreativitas juga kebersamaan disetiap permainan. ( Fotografer : Coeplistyo )
Pengunjung menikmati jajanan dengan santai dan kekeluargaan, disetiap stand yang menawarkan jajanan yang terdapat di Pasar Papringan Ngadiprono Kedu Temanggung. ( Fotografer : Coeplistyo )
persiapan Pasar papringan sebelum kedatangan pengunjung di setiap hari minggu pon dan minggu wage. ( Fotografer : Coeplistyo )
Jajanan yang ditawarkan merupakan jajanan tradisional atau jajanan kuno, semua jajanan yang dijual merupakan olahan asli warga Ngadiprono Kedu, dan menggunakan bahan dasar pertanian setempat tanpa zat pengawet atau pewarna buatan. ( Fotografer : Coeplistyo )
Jenis koin yang digunakan sebagai alat transaksi di pasar paringan berupa koin terbuat dari bambu, hitungan bukan lagi rupian tetapi Pring, Rp2000 sebanding dengan saru pring. ( Fotografer : Coeplistyo )
Pasar papringan terletak di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, layaknya pasar pada umumnya hanya berbeda dalam dagangan dan lokasi, jajan tradisional (jajanan kuno) menjadi unggulan, adapun lokasi hanya di hutan bambu yang dikonsep sebagai pasar, potongan bambu menjadi alat transaksi dengan nominal satu pring sama dengan 2ribu rupiah, hanya buka pada hari Minggu pon dan Minggu wage setiap bulannya. ( Fotografer : Coeplistyo )
-Tempat penukaran uang sebagai alat transaksi, uang rupiah diganti dengan koin dari bambu berdasarkan nilai nominal pada setiap koinnya. ( Fotografer Coeplistyo )

BUAT BALASAN

Silakan berkomentar
Masukkan nama Anda