Tarian ini mengandalkan enam bilah bambu panjang dan konon sudah ada sejak jaman nenek moyang masyakarat manggarai.
Beberapa sumber mengatakan jika Tari Rangkuk Alu tercetus dari adanya permainan tradisional yang menggunakan gerakan dan alat serupa.
Namun ternyata Tari Rangkuk Alu tercipta karena keberadaan nenek moyang manggarai yang saat tiba musim panen, untuk mengisi waktu mereka mengetuk-ngetukkan alu atau alat penumbuk padi tradisional, dan beberapa orang petani lainnya meloncat-loncat diantara ketukan alu.
Seiring berjalan waktu, alu yang terbuat dari kayu di gantikan dengan bambu yang lebih ringan. Hingga kini rangkuk alu tetap di lestarikan sebagai tarian khas manggarai. Bahkan diajarkan juga kepada anak-anak yang kemudian di jadikan permainan tradisional anak-anak manggarai.
Tarian rangkuk alu selalu dimainkan saat musim panen tiba, tapi di beberapa desa adat di manggarai menyuguhkan Tari Rangkuk Alu kepada wisatawan yang datang berkunjung sebagai bentuk untuk memperkenalkan budaya manggarai.

BUAT BALASAN

Silakan berkomentar
Masukkan nama Anda