Rukma Setyabudi. (foto: lihatfoto.com/banghol)

Purworejo menjadi saksi perjuangan Rukma Setyabudi dalam membangun karirnya. Dari mengabdi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa selama 16 tahun, hingga kini dikenal sebagai pemimpin legislator di Jawa Tengah.

Foto : lihatfoto.com/banghol

Meski sudah menjadi seorang pemimpin, Rukma tidak pernah lupa kampung halamannya. Ia selalu ingat berbagai cerita masa lalu di kabupaten pesisir selatan, kampung halamannya tersebut.

“Penuh kenangan,” jawab singkat Rukma saat lihatfoto.com berkunjung ke ruang kerjanya, Selasa (25/7).

Banyak hal yang tidak bisa dilupakan Rukma, dari kenangan susuri sungai dan rel kereta setiap pulang sekolah, hingga berburu buah legendaris Ciplukan. Suasana tenang dan damai selalu memaksa Ketua DPRD Jawa Tengah ini rutin kembali ke rumah setiap bulannya.

Foto : lihatfoto.com/banghol

Bukan hanya rindu masa lalu, siapa sangka di balik sosok pemimpin, Rukma juga mempunyai hobi yang cukup menarik, yakni berburu kuliner. Disela-sela kesibukannya Rukma selalu menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di berbagai sudut daerah. Uniknya, bapak tiga orang anak ini justru lebih memilih kuliner tradisional di pinggir jalan. Rukma pun fasih ketika ditanya lokasi-lokasi kuliner lezat di Jawa Tengah.

“Banyak kuliner tradisional Indonesia khususnya Jawa Tengah yang potensial. Saya hobi kulineran jadi saya cukup hafal kuliner mana saja yang lezat,” ucap pria yang tengah menyelesaikan pendidikan S3 di Administrasi Publik, Undip ini.

Foto : lihatfoto.com/banghol

Meski demikian, lepas dari kehidupan pribadinya, Rukma tetaplah wakil rakyat yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Ditanya, harapan apa yang belum terwujud? Rukma ingin Jawa Tengah lebih berkembang, khususnya wilayah selatan yang semakin tertinggal wilayah utara.

Menurutnya, selama ini daerah pesisir selatan kurang diperhatikan, dari infrastruktur hingga sumber daya manusia. Padahal banyak hal dari pesisir selatan yang bisa diangkat dan potensial bagi para investor.
“Tapi tentu sebelum investor masuk, masyarakat harus disiapkan. Jangan sampai seperti ayam yang mati di lumbung padi,” terangnya.

Foto: lihatfoto.com/banghol

 

 

BUAT BALASAN

Silakan berkomentar
Masukkan nama Anda